Chip Cummins dari The Wall Street Journal melaporkan bahwa produk tablet yang diluncurkan pada bulan April lalu hanya terjual 500.000 unit pada kuartal pertama, 250.000 pada kuartal ke dua dan hanya 150.000 pada kuartal ke tiga. Sebagai gambaran singkat, RIM hanya menjual satu unit Playbook untuk tiap 23 unit iPad yang terjual pada kuartal ke dua.
Semenjak debutnya, Playbook telah mendapatkan review yang buruk terutama dari kurangnya fitur native e-mail dan akhir-akhir ini ternyata tablet tersebut telah menurun lebih jauh lagi. Setelah enam bulan beredar di pasaran dan berdekatan dengan musim liburan, RIM memutuskan untuk memotong harga Playbook menjadi $199. Tablet ini pada awalnya berharga $499 - sama dengan harga dari iPad 2 16GB yang dilengkapi aplikasi lebih banyak dan juga e-mail. Tidak lama setelah Amazon memutuskan untuk menjual Kindle Fire dengan diskon besar, Blackberry pun mengambil langkah yang serupa juga dan harga yang sama. Keputusan diskon inilah yang menyebabkan mereka membutuhkan dana $485 juta plus tidak adanya info yang jelas apakah Playbook telah habis terjual. Setelah promo terbatas ini Best Buy dikabarkan membatalkan pemesanan Playbook dan menarik tablet tersebut dari website mereka dan menimbulkan spekulasi bahwa Blackberry Playbook ini benar-benar telah habis terjual. Tapi Electronista berpendapat berbeda dan mengatakan bahwa biasanya toko elektronik akan tetap menyimpan produk-produk ‘sold out’ di website mereka dengan memberi label ‘out of stock’. Jadi mungkin Best Buy tidak berencana untuk memesan Playbook lagi.
Kasus Playbook ini adalah kegagalan terbaru dari Research in Motion setelah rusaknya jaringan layanan mereka di bulan Oktober. Terlebih lagi untuk mengganti rugi insiden tersebut ternyata RIM tidak menawarkan uang kompensasi tapi hanya sebatas menawarkan aplikasi. Dalam tiga bulan terakhir nilai saham mereka juga terus menurun dan mungkin disebabkan oleh gagalnya penjualan Playbook ini. Tapi hal ini tidak menyurutkan RIM untuk tetap optimis: “RIM menaruh komitmen pada produk Blackberry Playbook dan yakin bahwa pasar tablet masih dalam masa pertumbuhan.”
Source